Harapan Kebangkitan Muslim Kenya Afrika

Kehidupannya sangat menderita saat Ibrahim Aden Muhammad yang berusia 13 tahun tiba di tempat penampungan anak-anak Muslim yatim piatu, salah satu yayasan Muslim di Kenya sebelah Barat.


“Ayahku telah lama meninggal, dan ibuku sangat miskin, “ tuturnya.
“Sekarang saya bersekolah, diberi perawatan bila sakit, dan saya sedang mempelajari Kitab suci Al-Qur’an. Sesuatu yang dulu tidak saya dapatkan.”
Muhammad adalah salah satu dari anak yatim piatu yang mendapat bantuan dari yayasan amal Muslim, ia adalah salah satu anak yang bekerja di Distrik Wajir, distrik termiskin di Kenya.
Yayasan tersebut telah membantu ratusan anak seperti Muhammad selama puluhan tahun.
“Yayasan ini berdiri tahun 1969 untuk memenuhi permintaan anak Yatim piatu Muslim yang semakin meningkat di daerah keras dan miskin,” ujar Sheikh Abdisalan Sheikh Ali, manajer yayasan amal yatim piatu kepada IOL.
“Tempat ini dulu hanya menampung sedikit anak yatim piatu, namun jumlahnya semakin meningkat dengan signifikan seiring waktu.”
Saat ini yayasan menampung lebih dari 1.200 anak.
Terdapat hampir 10 juta Muslim di Kenya, dengan jumlah selurah populasi 36 juta.
Kehidupan Baru
Tujuan utama Yayasan Muslim adalah membantu anak anak Yatim Piatu bersekolah dan memberikan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan
“Anak anak disini dibantu secara penuh dalam pendidikan, kesehatan, dan perawatan lainnya,” tandas Sheikh Ali.
“Walaupun kami tidak mampu menyediakan semua yang mereka butuhkan, kami berusaha keras agar mereka dapat menjalani hidup dengan baik.”
Wajir adalah rumah untuk menilai anak anak Yatim piatu Muslim.
Kebanyakan dari mereka didanai melalui suatu proyek sponsor anak anak yatim piatu, dimana pendonor dana berasal dari negara negara Arab dan Muslim.
Yayasan lain selain Wajir Islamic Centre juga mengandalkan dana dari donasi lokal.
“Pada awalnya kami membantu lebih dari 200 anak yatim piatu, mereka mendapat akomodasi terbaik, termasuk uang sekolah dan perawatan kesehatan,” jelas Sheikh Abdullahi Al- Amiri, ketua Wajir Islamic Centre.
Saat ini, mereka menangani 50 anak dengan sedikit bantuan dana yang mereka dapatkan namun mereka tetap mensekolahkan mereka.
“Pendidikan adalah kewajiban supaya mereka dapat hidup mandiri di kemudian hari.”
Bagi Muhammad, mendapatkan pendidikan adlah hal yang sangat ia syukuri setiap hari.
“Saya merasa senang dan istimewa,” tuturnya dengan senyum.
“Saya sadar banyak anak yang tidak seberuntung diriku.”
Muhammad mempunyai sebuah impian. “Saya ingin menjadi sseorang guru untuk mengajar anak anak seperti diriku.”

sumber : http://badrislam.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar